Mau Mudik Saja Sulit!

Posted: November 3, 2011 in Uncategorized

Sudut kota rantau  19.21 WIB

Sudah lebih dari satu jam yang lalu saya tiba di tempat pangkalan bis ini. Biasa orang-orang menyebutnya pul. Sepertinya sejam dua jam dan berikut kelipatannya pintu warteg yang telah tutup ini akan masih setia jadi sandaranku.eaaa.. Terdengar jelas teriakan-teriakan calon penumpang yang berebut bis karena baru saja petugas armada mengumumkan lewat toa bahwa antrian bis yang ke arah tegal dan pekalongan tidak dilayani lewat loket. Penjualan tiket dilakukan di atas kendaraan lantaran penumpang terlalu banyak. Luar biasa jumlahnya.Pasalnya 2 hari lagi umat Islam akan merayakan idul Adha, sehingga banyak orang ingin berlebaran di kampung halaman. Tujuannya bermacam2 daerah di jawa tengah. Sudah antri berjam-jam kok dibatalkan! Kami tidak bisa berbuat banyak. Seketika itu juga penumpang buyar ambil posisi berebut kursi. Mungkin tidak akan jadi masalah jika armada yang tersedia cukup banyak. Kenyataannya frekuensi bis yang datang ke pangkalan sangat kecil. Hampir setengah jam jaraknya dari satu bis ke bis berikutnya. Setahu saya garasi armada ini tidak jauh dari pangkalan. Sambil lanjut ketak-ketik lewat aplikasi wordpress di android saya kembali terdengar jeritan perempuan nekat ikut berebut bis dengan banyak pria yang juga sedang mencari kursi. Badan lemahnya tergencet badan kasar dan berotot. Ya, sebagian besar mata pencaharian orang-orang ini adalah buruh pabrik. Jadi ya wajar kalo kekar-kekar. Tidak peduli siapapun mereka terjang. Padahal bahaya senantiasa mengintai. Kaki bisa terinjak roda bis yang sedang bergerak, kedorong-dorong lah, jatuh, panas, sumpek, huh! nasib orang kecil. Untung badan saya besar. Hehehe. Belum lagi ulah tangan-tangan ‘jahil’. Bisa-bisa bekal duit ke kampung dan barang berharga kita pindah tempat. Perempuannya bisa jadi objek pelecehan seksual. Tapi seolah mereka tidak perduli yang penting bisa sampe di kampung jumpa sanak famili. Kebahagiaan yang tak terganti. Semoga mereka waspada. Saya sih mending duduk aja.hehe..

Hmmmh..sayangnya armada ini tidak pernah belajar. Momen seperti ini kan tidak sekali dua kali. Tiap tahun bung! Tetap saja terulang terus. Seharusnya kan mereka bisa menebak hari-hari ramai penumpang seperti ini. Tiap ada libur 3 hari, libur nasional dan hari besar agama. Toh kalender tahun depan juga sudah tercetak. Jauh hari mestinya persiapan sudah bisa dilakukan. Penumpang juga rasanya tidak pernah kapok padahal berulang kali mereka rasakan ini. Kenapa tidak memilih travel? atau bis eksekutif yang ratusan ribu? Tidak bisa disalahkan juga. Alasannya klise. Murah dan lumayan nyaman. 50 ribu rupiah untuk kelas eksekutif sit 2-2 bisa sampai ke tujuan. Seharusnya manajemen malu. Mereka pampang spanduk besar yang menyatakan bahwa mereka armada terbaik dan siap melayani penumpang. Tapi apa? Mana? Apa pelayanan mereka? Dimana para pimpinan armada ini berada saat kondisi mulai memanas? Ah mungkin mereka sedang berlibur di australi atau sedang arisan di paris. Jika saja mereka mau belajar dan memperbaiki, pasti kami akan semakin cinta. Kami berani bayar lebih jika pelayanan baik. Sayangnya kami tidak punya banyak pilihan. Armada ini begitu memonopoli. Buat apa melakukan perbaikan? toh penumpang tetep banyak. Tidak usah mencari-cari mereka datang sendiri kok. Kebanyakan usaha yang tidak mempunyai saingan seperti ini memang biasanya demikian. Seperti contohnya jasa angkutan kereta api republik mimpi. Khusnudzon saja deh, mungkin mereka punya masalah internal dan sedang melakukan perbaikan.

Dog..dog..dog….woi!woi!buka!buka!!….. %*$#^*!!!!

Kompak penumpang yang sudah mulai capek ini mengetuk-ngetuk bodi bis seraya meminta kernet membukakan pintu bis yang sedang bergerak memasuki pul. Kernet menyerah, seketika orang-orang brutal melompat ke bis. Awas perhiasan, dompet, HP, dijaga! Awas copet! Lewat megaphone suara sekuriti itu terus mengingatkan perihal barang bawaan kami. Setiap bis datang, penumpang menyemut, teriak-teriak, langsung penuh, kemudian jalan. Macam manusia ini dihewankan saja. Bertumpuk di pintu bis takut tidak bisa terangkut malam ini hingga niatan jadi angan.

20.21 WIB
Masih bersandar di pintu warteg saja dari tadi. Tak mau konyol aku. Ah andai saja tegal punya bandar udara. Tak akan seperti ini. Pulang dulu saja lah, esok kita cari armada lain. Demi ibu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s